Wednesday, November 2, 2016

ANTROPOLOGI DAN KONSEP KEBUDAYAAN

Antropologi mempelajari semua mahluk manusia yang pernah hidup pada semua waktu dan semua tempat yang ada di muka bumi ini yang diperkirakan muncul lebih dari 4 milyar tahun yang lalu. Seperti ilmu-ilmu lain, Antropologi juga mempunyai spesialisasi atau pengkhususan. Secara umum ada 3 bidang spesialisasi dari Antropologi, yaitu Antropologi Fisik atau sering disebut juga dengan istilah Antropologi Ragawi, Arkeologi dan Antropologi Sosial-Budaya ( Siregar, 2002: 3). Kebudayaan menunjuk pada berbagai aspek kehidupan. Istilah ini meliputi cara-cara berlaku, kepercayaan-kepercayaan dan sikap-sikap, dan juga hasil dari kegiatan manusia yang khas untuk suatu masyarakat atau kelompok penduduk tertentu ( Siregar, 2002: 4). .Secara harfiah dalam bahasa Yunani kata antropos berarti “manusia” dan logos berarti “studi”, jadi antropologi merupakan suatu disiplin yang berdasarkan rasa ingin tahu yang tiada henti-hentinya tentang umat manusia (Ihromi 2016: 1-2). Antropologi secara sederhana dipahami sebagai ilmu yang mempelajari manusia dan kebudayaannya. Antropologi lahir dari pengalaman faktual berbagai bangsa di dunia, termasuk di Indonesia. Lebih penting lagi, Antropologi merupakan ilmu yang mengkaji manusia dan kebudayaan pada umumnya (Sutardi, 2007:1).
Ilmu antropologi, kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dimiliki manusia dengan belajar. Ada perbedaan pendapat mengenai asal kata kebudayaan , terutama mengenai maknanya, yaitu berasal dari kata budhayah, yaitu bentuk jamak dan buddha yang berarti “budi” dan “akal” sehingga kebudayaan diartikan sebagai hal-hal yang berhubungan dengan akal (Sutardi, 2007: 10). Secara historis, antropologi merupakan hasil proses percabangan dari sosiologi, dalam arti bahwa antropologi dianggap mengkaji secara khusus struktur dan institusi “masyarakat primitif“ atau kelompok sosial dengan ciri solidaritas mekanis, suatu citra yang hingga kini masih dianut masyarakat umum, meskipun antropologi sejak lama mempunyai perhatian terhadap masyarakat dengan kebudayaan tulisan (literate societes) (Purwo, 2000: 11). Sementara itu, antropologi dapat dipandang ilmiah karena kajian ini meliputi kegiatan akumulasi pengetahuan yang sistem dan dapat dipercaya mengenai suatu aspek universal yang dilaksanakan melalui pengamatan empiris dan diinterpretasi dalam konteks antar hubungan konsep-konsep yang lebih disukai bagi pengamatan empiris (Saifuddin., 2005: 15).

                                                                                                                                                                     

DAFTAR PUSTAKA

 

Siregar, Leonard, 2002. Antropologi Dan Konsep Kebudayaan. Jurnal Antropologi Papua, Volume 1, No. 1, https://www.google.com/search?q=artikel+dalam+jurnal+materi+tentang+antropologi+dan+konsep+kebudayaan&ie=utf-8&oe=utf-8&client=firefox-b-ab diakses pada tanggal 21 September 2016.

            Ihromi, T.O (ed.). 2016. Pokok-Pokok Antroologi Budaya. Jakarta : Yayasan Pustaka Obor Indonesia. https://books.google.co.id/books?id=6S_o_kwiLTcC&pg=PR15&dq=antropologi+dan+konsep+kebudayaan&hl=id&sa=X&redir_esc=y#v=onepage&q=antropologi%20dan%20konsep%20kebudayaan&f=false diakses pada tanggal 5 Oktober 2016.
Sutardi, Tedi. 2007. Antropologi: Mengungkap Keragaman Budaya Untuk SMA/MA Kelas Xi Program Bahasa. Bandung : PT Setia Purna Inves. https://books.google.co.id/books?id=OrEMsPV8yQkC&pg=PA9&dq=antropologi+dan+konsep+kebudayaan&hl=id&sa=X&redir_esc=y#v=onepage&q=antropologi%20dan%20konsep%20kebudayaan&f=false diakses pada tanggal 5 Oktober 2016.
Purwo, Bambang Kaswanti. 2000. Kajian Serba Linguistik: untuk Anton Moeliono Pereksa Bahasa. Jakarta: Gunung Mulia dalam kerja sama dengan Universitas Katolik Atma Jaya. https://books.google.co.id/books?id=hoOMcRnKWYMC&pg=PA8&dq=antropologi+dan+konsep+kebudayaan&hl=id&sa=X&redir_esc=y#v=onepage&q=antropologi%20dan%20konsep%20kebudayaan&f=false diakses pada tanggal 5 Oktober 2016.

Saifuddin, Achmad Fedyani. 2006. Antropologi Kontemporer: Suatu Pengantar Kritis Mengenai Paradigma.  Jakarta: Kencana.

No comments:

Post a Comment

Karangan Ilmiah

KARANGAN ILMIAH ALIH KODE DAN CAMPUR KODE Karangan ini Disusun Sebagai Tugas Mata Kuliah Sosiolinguistik Pada Semester Genap Tahun...